Nielsen: Radio Bukan ‘Sunset Industry’

Nielsen: Radio Bukan ‘Sunset Industry’

Jakarta – Executive Director Nielsen, Hellen Katherina mengatakan bahwa radio tidak cocok dikatakan sebagai sunset industry. Alasannya?

Menurut Hellen, jumlah pendengar radio di 11 kota besar berdasarkan data Nielsen mencapai 36 persen dan yang menarik 50 persennya di dengar oleh kalangan berusia muda.

“Faktanya, radio didengar oleh kalangan mudia berusia 20 tahunan. Jadi secara demografi, radio bukan sunset industry,” tegas Hellen saat menjadi pembicara dalam Diskusi Munas PRSSNI yang bertajuk Radio di Era Transformasi Media & Industri 4.0 di Jakarta, Senin(29/4).

Meski demikian, lanjut Hellen, pengelola radio tidak bisa menjalankan bisnis radio dengan cara tradisional lagi karena eranya terus berubah.

“Kemajuan teknologi makin memudahkan orang untuk mendapatkan Informasi dari manapun termasuk mendengar radio dari gadget. Jadi mutlak kita harus mengubah bisnis model ke depan,” ujar Hellen.

Hellen memaparkan data Nielsen di kwartal IV, 2018 menunjukkan penetrasi digital yang naik 30 persen dalam jangka waktu 1,5 tahun dari kwartal II, 2017.

Menurut Hellen dengan data digital yang terus naik dan tren-nya juga masih akan terus berlanjut, menuntut para pengelola radio untuk juga berpikir digital.

Hal senada juga disampaikan Direktur Penyiaran, Kominfo, Garyantika Kurnia.

Dia mengatakan saat ini radio yang eksis dan bisa terus bertahan adalah radio yg multiplatform. Yakni radio yang bisa di dengar dari mana saja, ada dimana saja dan hadir secara aktif di media sosial.

“Kalo radio kita eksis di on air, medsos, dan platform lainnya. Saya yakin, iklan juga akan datang dengan sendirinya,” ungkap Garyantika.