Wakil Gubernur Kalbar Ajak Semua Instansi Pemerintahan Manfaatkan Media Sosial

KPU Provinsi Kalimantan Barat Jadi Pilot Project Digitalisasi Rumah Pintar Pemilu

KPU Provinsi Kalimantan Barat menjadi satu diantara 10 provinsi yang menjadi pilot project dalam digitalisasi Rumah Pintar Pemilu (RPP). Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan, S.Pd.I., M.Pd.I, pada peresmian Rumah Pintar Pemilu (RPP) Khatulistiwa Provinsi Kalbar, Senin (30/12).

Ramdan menyampaikan isi digitalisasi RPP yang dilakukan KPU Provinsi Kalbar sendiri berupa materi-materi terkait pemilu tahun 2019, hasil pemilu tahun 2019, hasil Pilkada, literasi dan demokrasi pemilu, penyelenggara pemilu, galeri pemilu, materi audio visual, dan simulasi kepemiluan.

“KPU Provinsi Kalimantan Barat merupakan 10 provinsi yang menjadi pilot project dalam hal digitalisasi RPP atau elektronik dalam hal elektronik ini materi materi yang disajikan memuat pertama Pemilu tahun 2019 hasil pemilu tahun 2019, yang kedua hasil pemilihan kepala daerah, yang ke-3 literasi dan demokrasi pemilu, yang keempat penyelenggara pemilu, yang ke-5 galeri kepemiluan, yang ke-6 audio visual untuk keperluan, yang ke-7 simulasi kepemiluan, yang ke-8 interaktif kepemiluan, ke-9 banner pengumuman kegiatan yang diselenggarakan KPU Provinsi Kalbar,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Pusat, Viryan menyampaikan alasannya terkait pentingnya digitalisasi RPP agar berbagai dokumen aktivitas kepemiluan dapat lebih mudah diakses oleh publik.

“Perubahan sedemikian cepat perubahan yang cepat dan digitalisasi RPP menjadi bagian dari upaya kami melakukan digitalisasi pemilu dan berbagai dokumen aktivitas kepemiluan agar lebih mudah diakses oleh publik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan,10 provinsi yang menjadi pilot project digitalisasi RPP merupakan bentuk pelayanan dari KPU Pusat untuk menghadirkan berbagai data dan informasi kepemiluan di daerah secara utuh dari tahun 1955, tahun pertama diadakannya pemilihan umum.

“Untuk itu terus kami lakukan maka sekarang tahun ini kami menginisiasi di 10 provinsi untuk RPP tadi materi-materi sudah disebutkan namun sebenarnya itu adalah bentuk pelayanan yang disampaikan oleh ketua tadi 8 kegiatan, 8 bentuk aktivitas substansi yang menjadi beban adalah bagaimana menghadirkan di daerah berbagai data kepemiluan informasi kepemiluan secara utuh dari tahun 55,” jelasnya.

Viryan juga menjelaskan tujuan dari e-RPP sebutan untuk RPP yang sudah didigitalisasi untuk memudahkan masyarakat terkait edukasi pemilu, sehingga masyarakat tidak lagi harus pergi datang ke KPU untuk mencari ilmu, melainkan bisa melalui alat elektronik. Lanjut, ia menjelaskan, kedepannya lewat aplikasi mobile masyarakat bisa mengakses segala informasi mengenai pemilu.

“Tujuan dari  e-RPP ini pemilih atau masyarakat atau pemilih pemula tidak lagi semata-mata harus datang ke KPU terdekat untuk menjadi pintar, tapi bisa melalui pendekatan secara elektronik.Tahap awal ke depan lewat aplikasi mobile semuanya kan terhimpun di aplikasi mobile sehingga lewat handphone saja kita bisa menjadi pintar untuk Pemilu,” jelasnya.

Kepala BPSDM Kalbar, Drs. Alfian, M.M, yang hadir mewakili Gubernur Kalbar menyampaikan harapannya terkait keberadaan e-RPP. Ia berharap keberadaan e-RPP ini mampu mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi politik serta partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum.

“Keberadaan rumah pintar pemilu dengan sistem digital nya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi politik serta partisipasi masyarakat dalam pemilu agar semakin baik dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, perlu ada upaya mendorong anak didik sebagai generasi muda yang tergolong sebagai pemilih pemula untuk memahami bagaiman proses pemilu bisa berjalan.

“Oleh karena itu kiranya perlu diupayakan untuk mendorong para anak didik di setiap satuan pendidikan sebagai generasi muda yang tentunya mereka juga bisa dikatakan sebagai golongan pemilih pemula yang perlu memahami bagaimana Pemilu berjalan,” ujarnya.

 

 

Jurnalis : Hafidh