Kemenkes RI Tambah Satu Rumah Sakit Rujukan Corona di Ketapang-Kalbar

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menambah satu rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, penambahan rumah sakit rujukan tersebut ditetapkan pada HK.01.07/Menkes/169/2020 tentang penerapan rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu di Kalbar, pada Selasa (10/3).

“Kementerian kesehatan menambah satu rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu, termasuk Covid-19, Mers atau Sars. Rumah sakit tersebut yaitu RSUD Soedarso Pontianak, RSUD Abdul Aziz Singkawang, RSUD Ade Muhammad Djoen di Sintang, dan satu tambahan rumah sakit itu adalah RSUD Dokter Agoesdjam di Ketapang”, ungkapnya.

Dikatakannya, pertimbangan penambahan rumah sakit ini karena Kalbar memiliki wilayah yang sangat luas, dan Ketapang itu agak jauh dari Pontianak.

“Seandainya mereka harus dirujuk ke Pontianak itu kan agak jauh ya, dan disitu banyak tenaga kerja asing. Disamping itu, rumah sakitnya juga sudah ada dokter spesialis dan juga sudah menyiapkan ruang isolasi”, jelasnya. 

Ruang isolasi menurutnya merupakan hal wajib untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit rujukan.

“Untuk ruang isolasi Covid-19 ini prinsipnya adalah bisa mencegah pasien ini untuk berkontak dengan pasien lain atau orang lain, dia hanya bisa kontak dengan petugas kesehatannya”, pungkasnya.

Dinkes Kalbar juga sudah mengajukan kepada kemenkes yaitu sebanyak 5.400 Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas kesehatan yang akan dibagi ke 4 rumah sakit rujukan selama 3 bulan.

“Kemenkes juga sudah meminta kita mengirimkan usulan berapa kebutuhan Virus Transport Media (VTM). VTM ini digunakan untuk kita mengirim sample dari pasien covid,” ujarnya.


Jurnalis : Indri