FOTISMINI: girl in red

Marie Ulven Ringheim atau lebih dikenal sebagai girl in red, penyanyi, penulis lagu, produser asal Oslo, Norwegia. Telah merilis 2 EP, yaitu Chapter 1 (2018) dan Chapter 2 (2019). Salah satu singlenya, “i wanna be your girlfriend” masuk dalam daftar “The 68 Best Songs of 2018” oleh publikasi The New York Times.

Mengaku menjadikan musik sebagai pelariannya setelah patah hati. Lewat aplikasi GarageBand, membantunya dalam memproduksi musik sendiri yang kemudian Marie unggah di akun Soundcloud dengan nama Lydia x juga di Bandcamp. Selain patah hati, ia juga tertarik serius di musik setelah mendengarkan soundtrack film The Perks of Being a Wallflower, dimana ia mengetahui muisisi dan band seperti David Bowie, The Smiths, Sonic Youth, New Order dan lainnya.

Meski hanya memiliki 10 lagu di akun Spotify-nya, lagu-lagunya telah di-streaming jutaan kali setiap bulannya. Marie memilih nama girl in red, berdasarkan pengalaman pribadi dengan temannya yang ia sukai. Mereka pernah janjian datang ke sebuah festival, dan temannya tersebut datang dengan mengenakan sweater berwarna merah.

Belajar memainkan gitar di usia 14 tahun, Marie pernah bekerjasama dengan produser asal Norwegia, namun mengaku merasa tidak nyaman dan beralih memproduksi sendiri lagu-lagunya lewat GarageBand. Marie juga pernah merilis EP berbahasa Norwegia. Selain itu, Marie pernah memenangkan kompetisi musik nasional Norwegia, Urort.

Kesibukan girl in red sekarang adalah menjadi artis pembuka untuk tur Clairo dan Conan Grey di Amerika Serikat dan Eropa. Lewat single “i’ll die anyway” ia bercerita bahwa menjadi dan memahami manusia terkadang sulit. Mempertanyakan kehadiran, tujuan hidup, waktu dan segalanya. Sedangkan yang bisa ia yakini adalah bahwa setiap manusia akan pergi selama-lamanya, termasuk dirinya.

Jangan ketinggalan Bujang Dare, selalu simak Fotismini, Fokus Artis Minggu ini di Volare setiap hari Sabtu pukul 2 siang dan di Senin malam pukul 10!