FOTISMINI: Gengahr

Gengahr, kuartet asal London, Inggris, dibentuk pada 2013, beranggotakan Felix Bushe (vokal), John Victor (gitar), Hugh Schulte (bass) dan Danny Ward (drum). Gengahr telah merilis 3 album, A Dream Outside (2015), Where Wildness Grows (2018) dan terbaru Sanctuary (2020).

Single “Fill My Gum with Blood”, dipilih sebagai playlist untuk diputar pada BBC Radio 1 oleh DJ Huw Stephens. Mereka mulai dikenal dan sering diundang tampil di festival musik seperti Glastonburry dan sebagai artis pembuka untuk tur diantaranya, Circa Waves dan The Maccabees.

Sebelumnya mereka menggunakan nama RES sebagai nama band, namun setelah dicari di iTunes sudah ada nama band yang sama. Nama Gengahr kemudian dijadikan sebagai nama band, diambil dari tokoh Pokemon, Gengar. Tokoh yang difavoritkan vokalis band, Felix.

Kemunculan band Gengahr ini hampir bersamaan dengan band Unknown Mortal Orchestra sampai Tame Impala, apalagi membawakan jenis musik yang sama. Di awal, Gengahr kerap menyelipkan ungkapan metafora pada lagu, diantaranya poltergeist, penyihir dan binatang di laut terdalam.

Selama pengerjaan album Sanctuary, vokalis, Felix mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, seperti kehilangan ibu dan istrinya yang kembali ke Australia karena permasalahan visa. Album ini diproduseri, rekan baik Gengahr, Jack Steadman (vokalis band Bombay Bicycle Club). Ini menjadi kali perdana Gengahr mengajak orang lain sebagai produser album.

Jangan ketinggalan Bujang Dare, selalu simak Fotismini, Fokus Artis Minggu ini di Volare setiap hari Sabtu pukul 2 siang dan di Senin malam pukul 10!