FOTISMINI: Dried Cassava

Berasal dari Jakarta, Dried Cassava beranggotakan Baskoro Adhi Juwono (vokal, gitar), Kago Mahardono (drum), Bana Drestanta (bass) dan Nandie Daniel Febryan (gitar). Mereka berempat bertemu di SMA Pangudi Luhur Jakarta dan membentuk Dried Cassava pada 2005. Telah merilis 2 album, Mind Thieves (2011) dan Sensitive Explosive (2014).

Berawal dari berdua, yaitu Baskoro dan Nandie, barulah mereka serius membentuk band setelah Kago dan Bana bergabung. Lagu-lagu dari  Rage Against The Machine, Incubus sampai Radiohead adalah andalan mereka saat berlatih. Sampai akhirnya mereka mengikuti kompetisi dan mulai mengerjakan lagu sendiri.

Band yang pernah manggung di The Region Festival, Singapura pada 2012 ini ternyata baru mencari nama band saat undangan tampil di gigs datang. Iya, Baskoro secara acak mencari nama lewat kamus dan menemukan 2 kata, dried dan cassava. Di kamus penerjemahannya menjadi gaplek. Saat itu, mereka belum sadar kalau gaplek yang dimaksud ternyata memang makanan dari olahan singkong. Sampailah setelah nama mereka dipasang di poster dan diberitahu teman-temannya kalau arti nama bandnya memang singkong kering.

Tepat pada 5 Desember 2018, Dried Cassava berulang tahun ketigabelas dan merilis single “Berlayar”. Dirilis sebagai single pertama di album ketiga yang akan rilis. Menurut mereka, single “Berlayar” merupakan karya yang sentimental, menyiratkan emosi dan energi perjalanan 13 tahun bersama. Berlayar adalah tentang mehidupan, pendewasaan, cinta, dan keluarga.

Single “Blueberry Man” bercerita mengenai mimpi seorang komponis untuk membuat karya orisinil yang paling hebat sepanjang sejarah. Pengerjaan “Blueberry Man” didukung oleh John Paul Patton (Kelompok Penerbang Roket) yang membantu permainan gitar Nandie dan juga terlibat Saraswati Widya Hapsari untuk mengisi vokal. Album ini diproduseri sendiri oleh Dried Cassava.

Jangan ketinggalan Bujang Dare, selalu simak Fotismini, Fokus Artis Minggu ini di Volare setiap hari Sabtu pukul 2 siang dan di Kamis malam pukul 9!