FOTISMINI: beabadoobee

Beatrice Kristi Laus atau beabadoobee, penyanyi, penulis lagu Filipina yang dibesarkan di London, Inggris. Pada 2017, bersama temannya, Oscar Lang, mengerjakan lagu “Coffee” dan lagu cover “The Moon Song” untuk diunggah di Bandcamp. Siapa sangka, ada penggemar yang mengunggah lagu tersebut ke YouTube. Video tersebut ditonton 300.000-an yang membuatnya ditawari bergabung dengan label rekaman Dirty Hit Records.

Keseluruhan lagu beabadoobee banyak bercerita tentang keseharian, asmara sampai hal yang disukai. Ia bawakan lagu tersebut dengan alat musik gitar yang dipelajarinya sendiri dengan melihat video di YouTube. Sebelumnya, beabadoobee berlatih memainkan biola selama tujuh tahun. Momen yang mendorongnya untuk bermain gitar adalah saat mendengarkan soundtrack film Juno, khususnya pada lagu “Anyone Else But You”.

beabadoobee, kelahiran 2000, membuatnya masuk di generasi Z. Meski begitu, referensi musiknya justru di era sebelum ia dilahirkan. Seperti The Beatles, Simon and Garfunkel, Elliott Smith, Daniel Johnston dan tentu saja Pavement.

Bersama label Dirty Hit Records, beabadoobee merilis EP Lice (2018), Patched Up (2018), Loveworm (2019) dan EP Space Cadet (2019). Sekarang beabadoobee didukung oleh band yang beranggotakan Eliana (bass) dan Louis (drum). Rilisan beabadoobee didukung publikasi MTV, Paper, Complex, Pigeons and Planes, Highsnobiety, Noisey, Nylon, The Fader sampai Billboard.

EP Space Cadet dirilis 14 Oktober 2019 diproduseri Joseph Rodgers dan Pete Robertson. Pada lagu “I Wish I Was Stephen Malkmus” ditulis beabadoobee karena memang ia mengagumi frontman band Pavement tersebut. Siapa sangka, lagu tersebut menarik perhatian Stephen dan mereka pun bertemu secara langsung pada pertunjukan di Portland, AS.

Jangan ketinggalan Bujang Dare, selalu simak Fotismini, Fokus Artis Minggu ini di Volare setiap hari Sabtu pukul 2 siang dan di Senin malam pukul 10!