FOTISMINI: Anomalyst

Anomalyst, band asal Jakarta dibentuk pada 2012, beranggotakan Christianto Ario Wibowo (vokal/gitar), Aryo Respati Xavier (vokal/gitar), Farizky Wijanarko (drum), dan Rigaskara (bass). Saat dibentuk, personil Anomalyst berasal dari sekolah berbeda. Awalnya dibentuk untuk mengikuti festival, lomba band dan pentas seni. Anomalyst berkesempatan menjadi band pembuka untuk konser tunggal Scaller pada Februari 2017.

Proses pengerjaan album pertama, Segara, sudah dimulai sejak 2013. Tertunda perilisannya karena mereka kerap melakukan rekaman ulang hingga akhirnya Juni 2017 mulai praproduksi. 9 lagu di album Segara, diproduseri Christianto Ario Wibowo dan Dimas Martokoesoemo. Ario sebelumnya pernah terlibat dalam album Sinestesia milik Efek Rumah Kaca dan Axis Mundi milik Polka Wars.

Anomalyst mengadakan Konser Segara pada 28 Oktober 2017 di Auditorium IFI Jakarta, Sudirman. Dalam bermusik, Anomalyst dipengaruhi oleh Queens of the Stone Age, Incubus, Interpol, Foo Fighters, sampai Olafur Arnalds. Pada 1 September 2017, Anomalyst merilis dua single bersamaan, “Senyawa” dan “Losing Game”.

Lagu-lagu di album Segara memiliki lirik yang mempertanyakan arti hidup. Anomalyst berharap selain diterima dan didengar masyarakat, album perdana ini dapat berdampak pada pendengar agar lebih sadar akan kehidupan dan merefleksi diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Album kedua berjudul Cipta Rasa Karsa yang diawali dengan rilisnya single pertama, “Kaca”. Dipilihnya “Kaca” dianggap cukup mewakili warna album kedua secara keseluruhan dan cukup merepresentasikan perubahan dan perkembangan musik mereka. Pada 15 Oktober 2018, akan diadakan Figura Masa, sebuah sesi eksibisi dan sesi pradengar album kedua. Didukung Danilla, .Feast, Glaskaca, dan Rachun.