Dunia Kampus: CommWeek 2018

Ikut Siaran Yuk!

Punya organisasi, kegiatan atau agenda kampus yang asyik lagi seru? Ayo berbagi supaya Bujang Dare Volare juga bisa jadi mahasiswa sekeren kamu!

Kami Ingin Ikutan!

Warta Kampus

Latihan Kempemimpinan dan Manajemen Mahasiswa mengadakan seminar nasional dengan tema ‚ÄúPeran Pemerintah terhadap Kebijakan Ekspor Impor untuk Peluang Komoditas Unggulan Pertanian Daerah di Pasar Global‚ÄĚ. ¬†

Acara berlangsung pada hari Kamis, 6 Desember 2018, pukul 08.00-13.00 berlokasi di Aula Fakultas Pertanian UNTAN.

Untuk Informasi lebih lanjut hubungi Mar’ah Lestari di 085705791578.

Ingin bergabung di study club TOEFL dan IETLS Easy English Course GRATIS selama 1 bulan penuh?

Ini di persyaratannya: bagikan brosur English Easy Course dan infonya ke teman-temanmu via Instagram, Whatsapp Status, dan 5 grup Whatsapp kalian lalu kirim bukti screenshoot-nya ke 085215767567

Study club dilakukan di Whatsapp group, kuota terbatas dan hanya 100 orang tercepat saja!

 

Jika kamu saat ini telah diterima di perguruan tinggi dalam negeri dengan akreditasi perguruan tinggi minimal B, Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi ini sayang untuk dilewatkan. Begitupun dengan kamu yang sudah berstatus mahasiswa aktif dan maksimal semester 2, Kamu juga bisa mendaftar (on going).

Beasiswa yang diberikan untuk program gelar S1, S2, dan S3 dapat berupa biaya pendidikan (tuition fee), biaya hidup, dan biaya buku.

Pada 2018, Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan prioritas pada sejumlah bidang keilmuan, yakni:

  1. Pendidikan (Pendidikan PAUD, Pendidikan PGSD),
  2. Kurikulum dan Pedadogi,
  3. Manajemen dan Kebijakan Pendidikan,
  4. Perfilman,
  5. Seni Pertunjukan,
  6. Seni Musik,
  7. Kebudayaan,
  8. Perpustakaan,
  9. Arkeologi (Permuseuman),
  10. Teknologi Informasi,
  11. Kebijakan Publik,
  12. Pariwisata
  13. Industri Kreatif,
  14.  Teknologi Pangan,
  15. MIPA, 
  16. Maritim,
  17. Pertanian, dan
  18. Energi.

Beasiswa jenjang S1 tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL/IELTS.

Pelamar yang berminat mengajukan Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk jenjang S1, S2, dan S3 dapat mendaftar secara online pada Batch 2.

Lakukan pendaftaran di laman ini.

 

Inovasi Beton hasil karya tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra raih juara pertama di International Concrete Competition (ICC) 2018 di Universitas Sebelas Maret Solo. Mahasiswa-mahasiswa tersebut adalah Kent Setiono, Nico Christiono, dan Ricky Surya.

Mereka meraih juara pada kategori Concrete Competition. Hasil karyanya mengalahkan inovasi-inovasi lain karya mahasiswa Indonesia, Filipina, Malaysia, dan India.

Kent mengungkapkan, pada babak final, selama tiga hari mereka membuat beton secara langsung, kemudian melakukan tes beton berumur satu hari dan melakukan presentasi di depan para juri. Panitia telah mempersiapkan bahan dasar membuat beton, peserta hanya diminta membawa bahan inovasi tambahan yang akan digunakan.

Kent bersama timnya sempat mengalami kesulitan saat mempertahankan kondisi beton untuk tetap encer namun bisa memenuhi syarat beton mudah mengalir yang ditentukan. Namun mereka akhirnya mengurangi penggunaan semen dan mencari penggantinya sebagai bahan campuran dalam beton yang dapat memadat sendiri (self compacting concrete).

Mereka diganjar hadiah plakat, sertifikat dan hadiah uang sebesar USD 1.000.

Indonesia adalah negara yang berada di atas lingkaran cincin api, karena hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah aktivitas geologi terbanyak. Mungkin karena inilah yang mendasari mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip)¬†untuk menciptakan inovasi dalam bentuk genteng “anti gempa”.

Mereka adalah adalah Yunnia Rahmandanni, Latifa Nida, Nurul Hidayah (Fakultas Sains dan Matematika), Ibadurrahman (Fakultas Tehnik), dan Rifqi Rudwi (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan). Mereka kelompok di bawah bimbingan dosen muda dari Sekolah Vokasi Undip, Moh Nur Sholeh.

Genting hasil inovasi dari mahasiswa UNDIP sebenarnya sama seperti genting pada umumnya, namun ada perbedaan dalam komposisinya. Genting tersebut terbuat dari styrofoam yang dihancurkan dan dicampur dengan bahan semen dan pasir.
Ide ini juga muncul karena banyaknya limbah styrofoam yang ada di tempat pembuangan akhir milik universitasnya, mereka pun akhirnya mencetuskan untuk mengolah limbah tersebut menjadi genting.

Dengan beberapa kali percobaan, akhirnya terciptalah genteng dengan campuran semen, pasir, dan styrofoam. Beratnya lebih ringan dari genteng semen pada umumnya dan tahan lama.

Karya mahasiswa UNDIP ini juga meraih juara di ajang kompetisi International Trade Fair of Ideas, Inventions and New Products (The iENA) di Nurenberg, Jerman, pada November 2018. Mereka sanggup mengalahkan 800 peneliti dari 30 negara termasuk China dan Amerika hingga mendapatkan medali emas.