Dipha Barus Hadirkan Versi Baru ‘Heaven’

Dipha Barus Hadirkan Versi Baru ‘Heaven’

Pada awalnya, remix identik dengan genre musik hip-hop dan electronic dance music (EDM). Namun, kini remix berubah menjadi hal yang sangat umum. Remix memberikan alternatif pada sebuah lagu, diubah dalam bentuk lain lintas genre namun tetap dalam satu rangkaian nada. Seringkali, remix memasukkan unsur electronic music dan menyertakan feature artist.

Remix memungkinkan sebuah lagu terdengar sepenuhnya baru, segar, namun tetap familiar. Hal ini berlaku pada lagu ‘Heaven’ milik trio AIR – Afgan, Isyana Sarasvati, dan Rendy Pandugo – dengan treatment dari disjoki sekaligus produser musik, Dipha Barus, bersama rapper A. Nayaka. Pada versi remix ‘Heaven’, terdengar bebunyian alat musik tradisional Indonesia seperti gamelan, gong dan alat musik lainnya.

Secara spontan, Dipha barus juga memiliki ide mengajak A. Nayaka untuk memperkaya lagu dengan bait rap supaya hasil remix ini sepenuhnya berbeda dari proyek terdahulu. Nayaka menyambut antusias, menciptakan verse untuk melengkapi ‘Heaven’ remix yang dikerjakan waktu relatif singkat.

“Di bagian verse, saya mengekpresikan arti “heaven with your significant other” yang memang sangat berarti buat saya. Ada line yang menyebut “probably still drive you around ‘round the time i’m 65”, di mana sebenarnya merupakan penghargaan untuk The Beatles “When I’m 64”. Lagu itu menjadi salah satu lagu cinta terbesar bagi saya”, cerita A. Nayaka tentang keterlibatannya dalam ‘Heaven’ remix.

Pada akhirnya, kita tak bisa menebak perjalanan yang ditempuh oleh sebuah karya seni. ‘Heaven’ yang pada awalnya memiliki nuansa akustik kuat, kini menjelma sebagai dance track.

Disarikan dari rilis Sony Music Indonesia, 2019.