Volare Chit Chat: Proud to be Indonesian

English, Please!

Let's Practice Your English!

Come and participate in our "English, Please" segment. Simply click this button below and register your name!

Yes, I want to join!

How To Say It?

Dove
Bujang Dare, kita akan mengenal lebih dalam kata-kata yang sama ejaannya (spelling), berbeda artinya (meaning), dan mungkin berbeda pula cara pelafalannya (pronunciation) atau bunyinya (sound), dikenal dengan istilah homograf. Jika kata tersebut memiliki bunyi yang sama maka disebut juga homonim.

Homograf kita hari ini adalah Dove. 

Dove /dʌv/ dalam bentuk kata benda (noun) berarti burung merpati.
Dove /doʊv/dalam bentuk kata kerja (verb) merupakan past tense dari kata “dive” yang berarti menyelam/ terjun.
Dove merupakan kata yang sama ejaan (spelling) tetapi berbeda pelafalan (pronounciation) dan arti (meaning).

Contoh kalimat menggunakan kata bar:

  1. Dove is the symbol of peace.
    (Burung merpati adalah simbol dari kedamaian.)
  2. I dove onto the river.
    (Saya terjun ke dalam sungai.)
  3. Inside, a pair of white doves sat cooing in a cage.
    (Di dalam, sepasang merpati putih duduk bergoyang di dalam sangkar.)
    menunggu meja.

Expression

Would you like a receipt?

Daily expression adalah ekspresi yang sering dikeluarkan atau perkataan yang diucapkan oleh orang dalam kehidupan sehari-hari.

Hari ini kita membahas “Supermarket phrases”. Di Inggris, orang menghabiskan banyak waktu di supermarket. Ada beberapa hal yang sering kita dengar orang katakan di supermarket. Beberapa frasa digunakan oleh pelanggan dan beberapa oleh staf, salah satunya “Would you like a receipt?”

Receipt artinya tanda terima atau kwitansi. Frasa ini berarti menanyakan apakah seseorang memerlukan tanda terima atau menawarkan seseorang tanda terima sebagai bukti transaksi jual-beli.

Untuk lebih jelas, berikut ini contohnya:

  1. The receipt is your proof of purchase. Would you like a receipt?
    (Kwitansi adalah bukti pembelian Anda. Apakah Anda mau kwitansi?)
  2. A: Would you like a receipt?
    B: Yes, I would. Please.
    (A: Apakah Anda mau kwitansi?
    B: Ya, saya mau. Tolong ya.)
  3. Would you like a receipt? I’ll write you a receipt for the money. 
    (Apakah Anda mau kwitansi? Saya akan menuliskan untukmu sebuah kwitansi untuk uangnya.)

Common Mistake

Affect vs Effect

Ada beberapa kesalahan umum yang sering kita lakukan ketika berbicara bahasa Inggris. Bahkan, banyak penutur asli bahasa Inggris masih melakukan kesalahan umum sesekali.

Common mistake atau kesalahan umum yang kita kupas hari ini adalah “Affect vs Effect”

Cara jitu untuk membedakan keduanya adalah dengan mengingat prinsip kelas kata. “Affect” adalah kata kerja (verb), sementara “effect” adalah kata benda (noun). Sebagai kata kerja, “affect” menyatakan tindakan. Sementara “effect” menyatakan hasil tindakan.

Simak contoh berikut ini:

  1. The things we say can affect the people close to us. 
    (Hal-hal yang kita katakan dapat memengaruhi orang-orang yang dekat dengan kita.)
  2. Too much coffee can have a negative effect on your body. 
    (Terlalu banyak kopi dapat memberi hasil negative pada tubuhmu.)