FOTISMINI: .Feast

Terbentuk di Jakarta pada 2013, .Feast beranggotakan Adrianus Aristo Haryo (drum), Adnan S.P. (gitar), Baskara Putra (vokal), Dicky Renanda (gitar), dan Fadli Fikriawan (bass). .Feast yang anggotanya saat itu adalah mahasiswa FISIP Universitas Indonesia, memulai karir panggung dari kampus, lalu keluar kampus, bermain di beberapa gig kecil di tahun 2017 hingga menjadi pengisi panggung besar dengan penggemar yang segudang.

Merilis album Camkan (2014), Multiverses (2017) dan EP Beberapa Orang Memaafkan (2018). Dalam album Multiverses, .Feast mengajak musisi tamu seperti Mardial, Ramengvrl, Bam Mastro dari Elephant Kind, Karaeng Adjie dari Polka Wars, Oscar Lolang, Yudhis dari Rachun, hingga Haikal Azizi. Kolaborator yang berbeda ini dirasa dapat memberikan nuansa berbeda-beda tiap lagu.

Mini album Beberapa Orang Memaafkan, berisikan enam lagu yang mengandung kritik sosial terhadap kejadian aktual dan kejadian masa lalu. Seperti diantaranya anak muda yang apatis terhadap politik, tragedi Bom Surabaya 2018 dan petani di Wonogiri yang sempat dijumpai Baskara pada 2010. Mereka meminjam lirik lagu dari artis lain di album ini seperti ‘’Taifun’’ darj Barasuara’’ dan ‘’Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti’’ dari Banda Neira. Album ini menghadirkan Sir Dandy dan Rayssa Dynta.

.Feast memberikan kode biner selama beberapa detik mengenai album terbaru lewat video klip “Dalam Hitungan”. Kode biner tersebut diartikan oleh Kelelawar (sebutan penggemar .Feast) berarti “Membangun dan Menghancurkan, 8 November 2019.”

Lewat media sosial, .Feast mengajak pendengar untuk mengirimkan rekaman doa dari kalimat yang mereka sediakan, kemudian dimasukkan ke lagu Dalam Hitungan. Lagu ini sebagai gambaran ekstrim hubungan manusia dan idealisme yang dibangun, sembah dan sangka diri. Singel ini sekaligus menjadi perkenalan album terbaru.

Jangan ketinggalan Bujang Dare, selalu simak Fotismini, Fokus Artis Minggu ini di Volare setiap hari Sabtu pukul 2 siang dan di Senin malam pukul 10!