9 Orang Warga Pontianak Diminta Isolasi Diri Sendiri Usai dari Korea Selatan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menjelaskan, dari 20 orang warga Kalimantan Barat yang berkunjung ke Korea Selatan, 9 diantaranya sudah kembali ke Pontianak dan sudah dilakukan pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel darah, dan akan ditunggu hasilnya, Senin (2/3).

Sembilan orang ini tidak dilakukan karantina karena tidak mengalami gejala pneumonia, sehingga diharapkan bisa mengisolasi diri masing-masing.

“Petugas dinas kesehatan provinsi dan dinas kesehatan kota akan memantau warga kalbar yang baru datang ini selama 14 hari. Kami masih membolehkan mereka untuk menginap di rumah, dengan harapan nanti mereka mengisolasi diri di rumah masing-masing,” ujar Harisson.

“Berdasarkan ketentuan dari WHO, yang wajib karantina jika badan panas, pernah ke luar negeri, pneumonia ringan sampai berat. Sedangkan mereka ini kan memang tidak memiliki gejala itu tetapi kita siap siaga, bisa saja mereka sedang dalam masa inkubasi,” jelasnya.

Sementara 11 orang lainnya, dua tertahan di Kuala Lumpur karena memiliki suhu tubuh yang tinggi, satu orang ke Yogyakarta, dan delapan orang ke Jakarta.

Ia menambahkan, untuk di bandara maupun Pos Lintas Batas Negara yang ada di Aruk, Entikong, maupun Badau, sudah mempunyai alat-alat untuk mendeteksi suhu tubuh, dan alat-alat itu berfungsi.

Ia mengimbau agar masyarakat kalbar untuk sementara waktu tidak melakukan kunjungan ke luar negeri terutama ke negara-negara yang terjangkit. Apabila masih ada yang melakukan kunjungan, maka saat kembali ke Pontianak akan dilakukan prosedur standar kesehatan yang ketat, bila perlu akan dikarantina.


Jurnalis : Indri