Browse By

Hari Perempuan Internasional

Hari Perempuan Internasional, atau secara global dikenal dengan International Women’s Day hari ini, Rabu (8/3/2017), dirayakan di sebagian wilayah di dunia. Setiap tahunnya pada 8 Maret, seluruh wanita di berbagai belahan bumi merayakan hari di mana- di mana kontribusi dan peran para perempuan menjadi sorotan. Seperti tahun sebelumnya, PBB atau United Nasution selalu menggemakan tema utama dalam perayaan Perempuan Internasional yang perlu perhatian lebih. Pada tahun ini dalam website resminya United Nasution mengeluarkan tema dengan hastag “#TIME IS NOW: Aktivis pedesaan dan perkotaan mengubah kehidupan perempuan dan kesetaraan gender”.

Menggusungtema “Aktivis Pedesaan & Perkotaan Mengubah Hidup Perempuan” lebih difokuskan pada gerakan untuk menyemangati orang-orang khusunya wanita perdesaan dan perkotaan agar berani mengambil langkah dalam lingkup pekerjaan dan tidak adanya diskriminasi gender dalam pekerjaan. Dan juga merayakan para aktivis yang bekerja tanpa henti untuk mengklaim hak perempuan dan menyadari potensi penuh mereka.

Tingkat ketidaksetaraan dan diskriminasi gender, perempuan pedesaan lebih buruk daripada laki-laki pedesaan atau perempuan perkotaan. Misalnya, kurang dari 20 persen dari pemilik tanah di seluruh dunia adalah perempuan, dan sementara kesenjangan gaji global antara pria dan wanita berdiri di 23 persen, di daerah pedesaan, dapat setinggi 40 persen. Mereka kekurangan infrastruktur dan layanan, pekerjaan yang layak dan perlindungan sosial, dan hanya sensitif terhadap konsekuensi perubahan iklim.

Menurut Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres dikutip dari unic jakarta, “Pada Hari Perempuan Internasional, kita semua berjanji untuk melakukan semua yang kita bisa untuk mengatasi prasangka yang mengakar, mendukung keterlibatan dan aktivisme, dan mempromosikan kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan.”

Dalam rangka hari Perempuan Internasional, melaluiakun Instagram Women’s march Pontianak mengajak semua wanita untuk turun aksi hari ini dalam melindungi hak-hak wanita di Bundaran Untan (Tugudigulist)pukul 15.00. Aksi ini tidak hanya menyuarakan melawan dan penolakan terhadap diskriminasi dan sistem patriarki. Permasalahan ketenagakerjaan yang menyangkut hak-hak perempuan juga disuarakan.

 

Dilansirdarihttps://www.unicjakarta.org/danwww.un.or.id